Jumat, 15 Agustus 2008

Prosedur pembelian


Untuk membeli buku-buku kami, anda tinggal pesan ke nomor telp./hp kami:

(024) 7477524, 081326161128.

Untuk Jawa, ongkos kirim GRAAATIIIIIISSSSS!!! Untuk luar Jawa, dikenakan tambahan sesuai perhitungan kami.

Selanjutnya, uang bisa ditransfer ke BCA, dng. no. 2520727101, a.n Hevi.

Sehubungan dengan masih adanya perbaikan manajerial pada kami, untuk sementara daftar agen belum bisa kita tampilkan. Insyaallah menyusul.

Daftar Harga


Andai Sahabat Nabi Lihat TiVi

jumlah hal : 92 hal +i, ukuran : 13 x 10 cm, harga : Rp. 18.000,-

Antara Ekonomi Budak dan Ekonomi Orang Merdeka
jumlah hal : 202 hal +i, ukuran : 20,5 x 13 cm, harga : Rp. 35.000,-

Demokrasi Tersandera?
jumlah hal : 192 hal +i, ukuran : 20,5 x 13 cm, harga : Rp. 35.000,-

Kota Roma Menanti Anda
jumlah hal : 200 hal +i, ukuran : 20,5 x 13 cm, harga : Rp. 35.000,-

Muslimonot
jumlah hal : 248 hal +i, ukuran : 20,5 x 13 cm, harga : Rp. 45.000,-

Pasti Ada Jalan
jumlah hal : 384 hal +i, ukuran : 20,5 x 13 cm, harga : Rp. 55.000,-

Kota Roma Menanti Anda



Pengarang : M. Choirul Anam

Kehidupan ini laksana panggung sandiwara. Di sana dimainkan berbagai peran. Di panggung itu selalu terjadi pergulatan antara kebaikan dan kejahatan; keadilan dan kedzaliman; keimanan dan kekufuran.

Terjadinya pergulatan adalah sesuatu yang alami dan sudah menjadi sunatullah. Sebab, memang seperti itulah dunia diciptakan. Mengharap dunia yang “datar” tanpa ada dinamika pergulatan, merupakan harapan utopis yang barangkali hanya ada pada dongeng. Bahkan, didalam dongeng sekalipun, selalu ada dinamika dan pergulatan.

Dalam pergulatan itu, seringkali terjadi pergiliran dominasi dan kemenangan. Seringkali yang benar “menang” dan yang jahat “kalah”. Kadang-kadang yang terjadi justeru sebaliknya, yang benar “kalah” dan yang jahat “menang”. Hari-hari kemenangan itu ibarat roda, berputar terus. Kadang di bawah dan kadang di atas.demikianlah sunatullah yang berlaku di dunia ini. “Dan hari-hari (kemenangan itu) Kami pergilirkan diantara manusia.” (TQS. Ali Imron [3]:40)

Namun, akhir pergulatan itu selalu dimenangkan yang benar, meskipun proses menuju kemenangan itu seringkali sangat panjang, berliku-liku, dan disertai perjuangan yang mengharukan, “Dan katakanlah : kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu (pasti)akan lenyap.(TQS. Al Isra’ [17]:18)

Ketika kekufuran mendominasi, kehidupan ini jadi kacau. Dunia porak poranda. Nafsu manusia jadi liar. Manusia kehilangan rasa kemanusiaannya. Jiwa manusia semakin kering. Tetesan embun kedamaian menjadi kering. Kedzaliman, kebejatan, dan kemunafikan dipertontonkan dan dipertuhankan. Anak-anak tak berdosa dibantai dengan sadis, orang-orang lemah didzalimi, dan wanita-wanita diperkosa. Manusia “memakan” manusia. Tangis dan jeritan terdengar dimana-mana. Kegelisahan, ketakutan dan keputus-asaan menyelimuti kehidupan Manusia. Tatanan Tuhan dan syari’ah-Nya yang agung dijungkir-balikkan…
Itulah saat dimana kekufuran mendominasi dan berada pada posisi “menang”. Dan sayangnya, saat ini adalah saat dimana kekufuran dan kedzaliman kerada dalam kemenangan.

Di saat kekufuran dan kedzaliman berada dalam kemenangan seperti sekarang ini, apa yang mesti dilakukan oleh orang-orang yang masih memiliki kesadaran, nurani, dan keimanan? Ya, mereka harus berani mengambil inisiatif untuk menyadarkan manusia yang sudah kehilangan kesadaran, kemudian mengajak mereka bersama-sama untuk melakukan perubahan. Mereka harus berusaha seoptimal mungkin untuk merevolusi kekufuran dan kedzaliman sampai akar-akarnya. Kekufuran dengan berbagai bentuknya, baik yang klasik berupa paganisme, animisme, dinamisme, atau yang modern seperti kapitalisme, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme, semua harus didekonstruksi. Kemudian dibangun kembali dengan pondasi keimanan yang darinya akan memancarkan sistem kehidupan yang membawa kebahagiaan dan keadilan, yaitu syari’ah-Nya yang agung, inilah “proyek besar”, yakni perubahan social secara fundamental.
Namun, gerakan penyadaran dan perubahan ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Hambatan, rintangan, dan berbagai tantangan telah menunggu di depan mata. Karena pada saat itu, energi kejahatan aaakan dikerahkan untuk membendung energi kebaikan yang akan mengubahnya.

Orang-orang yang sudah terlanjur menikmati “sistem jahat” tidak akan pernah rela dengan perubahan. Mereka akan berusaha segenap tenaga, untuk membungkam gerakan ini. Mereka tidak akan membiarkan ada yang mengganggu singgasananya. Dan mereka akan menghalalkan segala cara agar kejahatan yang mereka lakukan tak ada yang mengusik.

Oleh karena itu, gerakan penyadaran ini harus sadar bahwa berbagai macam hambatan, ujian, tantangan, dan benturan merupakan kemestian yang tak terhindarkan.

Ket. :
jumlah hal : 200 hal+i
ukuran : 20,5 x 13 cm
harga : Rp. 35.000,-

Kamis, 14 Agustus 2008

Komentar-komentar atas AEB&EOM

Buku ini memberikan jawaban segar dan bernas tentang solusi atas kapitalisme yang sesat selama ini. Buku ini memberikan pengetahuan yang cerdas dan unik tentang bagaimana sistem ekonomi Islam ditegakkan.

Eko Prasetyo (Resist Book)

Penulis “Orang Miskin Dilarang Sekolah



Ketika membaca halaman-halaman awal buku ini, satu hal yang sangat terasa adalah “gaya” penulisnya yang “menggugah”. Dengan kalimat-kalimat “provokatif” ia menggerakkan hasrat pembacanya untuk membolak-balik halaman-halaman selanjutnya. Pesannya tentang peradaban dan ekonomi Islam cukup meyakinkan orang untuk bisa menerima bahwa ini merupakan peradaban dan sistem alternatif yang bisa mengeliminir berbagai dampak dari sistem kapitalis.

Prof. Edy Suandi Hamid

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta

Pasti Ada Jalan



Pengarang : Muhammad Ainul Yaqin

Setiap orang akan senantiasa menghadapi persoalan dalam kehidupannya. Bagi seorang muslim, yang meyakini Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh (mengatur seluruh aspek hidup manusia), tentu akan meyakini bahwa Allah SWT pasti memberi jalan keluar atas setiap persoalan yang dihadapinya. Tentu saja syaratnya harus ada ketakwaan dalam dirinya. Karena Allah berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” [TQS. Ath-Thalaaq : 2]; “Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” [TQS. Ath-Thalaaq : 4].

Buku yang berjudul “PASTI ADA JALAN, Bunga Rampai Pemikiran Islam Penggugah Akal Pengokoh Jiwa”, ini hadir untuk mengulas hal tersebut. Karena merupakan bunga rampai, tema-tema yang ada dalam buku ini tidak secara langsung berkaitan, walaupun tetap ada tema atau judul yang satu berkaitan dengan yang lain. Tetapi yang terpenting dari setiap pembahasan dapat ditarik benang merahnya bahwa setiap persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan pasti ada jalan keluarnya.

Meskipun tidak kronologis dalam pembahasannya, buku ini tetap berusaha menghadirkan kesan bahwa Islam mampu menjawab setiap persoalan hidup manusia. Ini untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengatur semua aspek (mabda’i). Artinya, mampu menjawab tak hanya masalah keakheratan, tapi juga keduniawian dan kekinian. Bukan hanya masalah individu, tapi juga masalah kemasyarakatan dan kenegaraan.

Ketrg. :
jumlah hal : 384 + i

ukuran : 20,5 x 13 cm
harga : Rp. 55.000,-

MUSLIMONOT


Pengarang : Husain Matla

Barangkali banyak di antara kita yang waktu kecil dulu suka nonton film semacam Flash Gordon, Johny Quest, atau Star Wars. Atau membaca kisah astronot di sebuah satelit atau tempat antariksa lainnya. Intinya film-film atau kisah semacam itu mengisahkan adanya suatu tim yang berada di suatu planet, satelit, atau tempat misterius untuk menjalankan suatu tugas dan di situ mereka berhadapan dengan musuh. Umumnya film-film atau kisah itu memperlihatkan bahwa tim itu punya beberapa ciri khas :
  • Berada di suatu planet, satelit, atau tempat misterius.
  • Menjalankan perintah dari pihak tertentu.
  • Menjalankan sebuah misi.
  • Selama menjalankan tugas menghadapi penentangan dari kelompok tertentu yang menghalangi misi.
  • Kelompok itu kemudian dihadapi sehingga terjadi pertikaian.
  • Tim itu menggunakan panduan berupa buku atau sarana informasi lain dari pemberi tugas mereka.
  • Selama di planet itu mereka selalu berkomunikasi dengan pemberi tugas.
  • Setelah misi itu selesai mereka kemudian pulang, meninggalkan planet itu, untuk berikutnya melaporkan hasil kerja mereka.
Barangkali pula, banyak di antara kita dulu yang sempat mengkhayalkan apa yang ada di film atau kisah itu, bahkan menghayatinya. Sederet fantasi pun bersemilir dalam benak kita. Kita melamunkan indahnya menjalankan misi di sebuah tempat asing dengan berbagai nuansa dan romantikanya.

Jika itu khayalan kita di masa lalu, sebenarnya khayalan itu sekarang sudah berhasil kita raih dan kita jalani. Dan itu adalah nyata, real, pasti, dan bukan khayalan lagi! Ini bukan mimpi, tapi kenyataan!!!

(Cuplikan MUSLIMONOT)

Ket. :
jumlah hal : 248 hal+i

ukuran : 20,5 x 13 cm
harga : Rp. 45.000,-

Misi di Sebuah Planet


(cuplikan Muslimonot)

Adapun tentang panduan, kiranya sangat jelas. Bukankah Al-Qur’an dan hadits adalah panduan kita menjalankan segala aktivitas di planet ini? Kita juga berkomunikasi dan melaporkan segala aktivitas kita kepada Allah SWT melalui shalat dan do’a. Tentang komunikasi ini, kiranya malah lebih “canggih” dari film-film atau kisah misi karena tanpa media apapun tapi dijamin Allah pasti mendengar (Tak mungkin sinyal kita tak ditangkap-Nya). Juga, kita tidak membawa perlengkapan yang besar dan rumit. Perlengkapan supercanggih sudah diberikan Allah include dalam tubuh kita, berupa indera dan organ tubuh.

Kita tahu, alat-alat yang otomatis, kecil, atau bahkan tak tampak (nir piranti) justru merupakan bentuk teknologi yang lebih canggih (Seperti wireless, yang lebih canggih dari kabel. Handphone sekarang juga jauh lebih kecil dan tanpa antenna). Oksigen juga langsung dikirim di sini dalam jumlah luar biasa melimpah. Bukan dalam bentuk “kalengan” serta harus digendong seperti para kosmonot Uni Soviet di stasiun luar angkasa MIR dulu. Tidakkah ini semua kecanggihan?! Berikutnya kita berusaha keras agar misi ini berhasil. Kemudian setelah kita meninggalkan planet ini (meninggal dunia), kita akan mempertanggungjawabkan segala hal yang telah kita lakukan di sini kepada Sang Pemberi Tugas. Begitulah yang selama ini kita yakini. Sejenak kita berpikir :


Bukankah saat ini kita telah berhasil menggapai cita-cita kita? Saat ini kita menjalankan sebuah Misi di Sebuah Planet. Saat ini kita jadi Astronot. Bukankah khayalan kita dulu saat ini sudah benar-benar terjadi…? Sekali lagi, bukankah telah berhasil…?!

(Cuplikan MUSLIMONOT)